Pengertian, Macam dan Hukum Tajwid Dalam Al Qur’an

Macam dan Hukum Tajwid – Apa Itu ilmu Tajwid didalam Al Qur’an ?. Pertanyaan itu tentunya sebuah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh Pembaca Muslim karena memang tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak Pembaca Muslim dan Masyarakat Muslim di Indonesia yang belum begitu memahami dan mengetahui Ilmu Tajwid ini. Oleh sebab itu dikesempatan ini Penulis Materi Islam akan mencoba memberikan ulasan secara lebih detail mengenai Ilmu Tajwid Dalam Membaca Al Qur’an kepada kalian Para Pembaca Muslim – Muslimah di Semua Umur.

Langsung saja didalam Pengertian Ilmu Tajwid Dalam Membaca Al Qur’an ialah suatu dasar Ilmu yang digunakan dan dipakai untuk mengetahui bagaimana sebenarnya membunyikan (membaca) huruf – huruf didalam Al Qur’an dengan baik dan benar sehingga dengan adanya Ilmu Tajwid ini, maka kalian dapat membaca Bacaan Al Qur’an dengan benar dan dapat menghindarkan dari kesalahan dalam membacanya. Selain itu didalam Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid ialah Fardhu Kifayah yakni status hukum yang wajib dilakukan oleh Setiap Muslim, tetapi jika sudah ada Muslim yang melakukannya maka Kewajban itu Gugur.

Kemudian didalam Hukum Membaca Al Qur’an yang benar sesuai dengan bacaan tajwidnya ialah Fardhu Ain, yakni status hukum yg wajib dilakukan oleh Setiap Muslim yang telah memenuhi Syarat sehingga jika Setiap Muslim yang membaca Al Qur’an dengan asal-asal’an (tidak benar, sesuai tajwidnya) maka akan mendapatkan Dosa. Oleh karena itu dengan melihat fakta tersebut, maka sudah sangat baik sekali bagi kalian Para Pembaca Muslim – Muslimah untuk mengetahui dan memahami Macam – Macam Tajwid dan Hukum Tajwid didalam membaca Al Qur’an, supaya kalian dapat membaca Al Qur’an dengan baik dan benar sehingga akan mendapatkan Pahala yang Banyak.

Adapun dalil yang mewajibkan kita untuk membaca Al Qur’an sesuai dengan tajwid diantaranya ialah Allah SWT berfirman:”Dan bacalah Al Qur’an dengan tartil/perlahan (Bertajwid)” (QS. Al Muzzammil)

Selain itu terdapat pula hadist riwayat dari Ummu Salamah r.a. yang merupakan istri Nabi Muhammad SAW ditanya tentang cara membaca bacaan serta sholat Rasulullah SAW. Lantas Ia pun menjawab “Rasulullah SAW sholat kemudian tidur yg lamanya sama seperti pada saat Beliau sholat tadi, kemudian Beliau kembali sholat yg lamanya sama pada saat Beliau tidur tadi. Kemudian tidur lagi yg lamanya sama pada saat Beliau sholat sampai menjelang waktu subuh. Kemudian Dia (Ummu Salamah) mencontoh cara bacaan Beliau (Rasulullah SAW) dengan menunjukan (satu) bacaan yg menjelaskan (uacapan) huruf-hurufnya satu persatu.” (HR. Tirmidzi)

Pengertian, Macam dan Hukum Tajwid

Macam – Macam Hukum Tajwid Dalam Al Qur’an

Setelah kalian tlah sedikit mempelajari dan memahami mengenai Apa Itu ilmu Tajwid dan Pengertian ilmu Tajwid Dalam Al Qur’an, maka dibawah ini perlu kalian ketahui tentang Macam Hukum Ilmu Tajwid yang mesti kalian pelajari secara seksama. Dan Macam Macam Hukum Tajwid Dalam Al Qur’an antara lain :

1. Hukum mim mati, merupakan salah satu tajwid yang terdapat didalam Al Qur’an dimana hukum tajwid ini berlaku apabila mim mati bertemu dengan beberapa huruf tertentu. Hukum mim mati sendiri terbagi menjadi 3 jenis yang diantaranya ialah

– Hukum Ikhfa’ Syafawi, apabila mim mati bertemu dengan ba, maka cara membaca bacaan tersebut harus samar pada bibir serta didengungkan. Seperti contoh berikut ini “(فَاحْكُم بَيْنَهُم) (تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ) (وَكَلْبُهُم بَاسِطٌ)”
– Hukum Idgham Mithlain, apabila mim sukun bertemu dengan mim, maka cara membaca bacaan tersebut adalah seperti membaca mim secara rangkap atau ditasyidkan serta wajib dibaca secara dengung. Idgham mithlain juga disebut dengan Idgham mimi ataupun Mutamasilain. Contohnya “(أَم مَنْ) (كَمْ مِن فِئَةٍ”
Hukum Idzhar Syafawi, apabila mim mati bertemu dengan semua huruf hijaiyyah terkecuali mim dan ba, maka dibaca dengan cara yang jelas dimana bibir dan mulut tertutup. Contohnya “(لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ) (تَمْسُونَ)”

2. Hukum mim dan nun tasydid, hukum tajwid yang satu ini juga dikenal dengan sebutan Wajibal Ghunnah yg memiliki makna pembaca wajib untuk mendengungkan bacaannya. Seperti contohnya adalah sebagai berikut “ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻨﱠﺔ ﻭَﺍﻟﻨﱠﺎﺱِ”

3. Hukum alif lam makrifah, merupakan dua buah huruf yang ditambahkan pada bagian pangkal atau awal dari sebuah kata yang memiliki makna isim atau nama. Hukum alif lam makrifah ini sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu.

– Alif lam kamariah, apabila huruf lam bertemu dengan 14 huruf hijaiyyah sebagai berikut alif/hamzah (ء), ba’ (ب), jim (ج), ha’ (ح), kha’ (خ), ‘ain (ع), ghain (غ), fa’ (ف), qaf (ق), kaf (ك), mim (م), wau (و), ha’ (ﮬ), dan ya’ (ي) maka dibaca secara jelas tanpa meleburkan sedikitpun bacaannya.
– Alif lam syamsiah, apabila huruf lam bertemu dengan 14 huruf hijaiyyah sebagai berikut ta’ (ت), tha’ (ث), dal (د), dzal (ذ), ra’ (ر), zai (ز), sin (س), syin (ش), sod (ص), dhod (ض), tho (ط), zho (ظ), lam (ل), dan nun (ن) maka cara membacanya dileburkan atau tidak dibacakan.

4. Hukum Idgham, merupakan campuran atau berpaduan dari dua huruf ataupun memasukkan satu huruf kedalam huruf yang lainnya. Oleh karena itu, bacaan digham harus dibacakan dengan cara melebur salah satu huruf kepada huruf yang setelahnya. Hukum Idgham sendiri terbagi menjadi tiga jenis yang diantaranya ialah.

– Idgham mutamathilain (yang serupa) merupakan pertemuan antara dua buah huruf yg memiliki sifat sama dan makhrajnya seperti dal bertemu dal dan sebagainya. Maka hukum bacaannya wajib di diidghamkan.
– Idgham mutawaribain (yang hampir) merupakan pertemuan dua buah huruf yg memiliki sifat dan makhrajnya hampir sama. Seperti mislanya ba bertemu dengan mim, qaf bertemu dengan qaf serta tha’ bertemu dengan dzal.
– Idgham mutajanisain (yang sejenis) merupakan pertemuan dua buah huruf yg memiliki makhraj sama akan tetapi tidak sama sifat, seperti contohnya ta’ bertemu dengan tha’, lam bertemu dengan ra.

5. Hukum Mad, didalam bahasa Arab disebut dengan “Al Madd” yang secara harifah memiliki arti melanjutkan ataupun melebihkan. Sedangkan pengertian hukum mad secara istilah adalah tanda bunyi panjang didalam bahasa Arab. Sedangkan pengertian secara Ilmu Tajwid ialah memanjangkan suara dengan lanjutan berdasarkan kedudukan dari salah satu huruf mad. Huruf mad sendiri terdiri dari Alif, wau dan ya serta huruf tersebut harus saktah atau berbaris mati.

6. Hukum Ra’, merupakan hukum cara membaca huruf ra didalam bacaan. Adapun cara membaca hukum ra itu sendiri terdapat tiga cara, yaitu ditebalkan atau kasar, tipis atau halus dan harus ditipiskan atau dikasarkan.

– Bacaan ra yang harus ditebalkan apabila ra memiliki kharakat atas atau fathah, ra yang berkharakat sukun serta huruf sebelumnya berkharakat fathah, ra yang berkharakat mati dan huruf sebelumnya berkharakat bawah atau kasrah dan yang terakhir adalah ra dengan kharakat mati dan huruf sebelumnya berkharakat bawah atau kasrah.
– Bacaan ra yang harus ditipiskan apabila ra berkharakat bawah atau kasrah, ra yang sebelumnya terdapat hukum mad, ra mati yang sebelumnya bertemu dengan huruf berkharat bawah atau kasrah akan tetapi tidak bertemu dengan huruf isti’la’.
– bacaan ra yang harus ditebalkan dan ditipiskan ialah setiap ra yang berkharakat mati yang sebelumnya terdapat huruf dengan kharakat bawah serta berjumpa dengan salah satu huruf isti’la’.

Huruf Isti’la’ adalah sebagai berikut kha (خ), ghain (غ), shad (ص), dhad (ض), tha (ط), qaf (ق), dan zha (ظ).

7. Hukum Qalqalah atau Kalkalah merupakan bacaan pada huruf-huruf qalqalah yang dibunyikan seakan-akan berdetik ataupun memantul. Huruf qalqalah sendiri terdapat lima buah huruf yaitu ba (ب), jim (ج), dal (د), ta (ط), dan qaf (ق). Cara membaca hukum qalqalah ini sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu.

– Qalqalah Sugra yaitu apabila salah satu dari huruf qalqalah berkharakat mati dan kharakat matinya asli karena kharakat sukun dan karena waqaf. Contohnya adalah ﻴَﻄْﻤَﻌُﻮﻥَ, ﻴَﺪْﻋُﻮﻥَ
– Qalqalah Kubra yaitu apabila salah satu dari huruf qalqalah tersebut dimatikan karena waqaf atau berhenti. Dalam kondisi ini, qalqalah dilakukan apabila bacaan pada waqaf akan tetapi tidak di qalqalahkan apabila bacaan diteruskan. Seperti contohnya ٱﻟْﻔَﻟَﻖِ, ﻋَﻟَﻖٍ

Demikian itu sedikit penjelasan tentang Macam dan Hukum Tajwid Dalam Al Qur’an yang sekiranya kami dapat berikan kepada anda pada kesempatan ini, mudah-mudahan saja dari pembahasan tentang Macam dan Hukum Tajwid yang baru kami sampaikan diatas dapat menambah pengetahuan anda seputar Ilmu Tajwid. Adapun untuk anda yang mungkin ingin mengetahui kembali beberapa pembahasan tentang ilmu tajwid yang lainnya, maka anda dapat kembali membaca Pengertian Saktah.

Barang kali saja diantara anda-anda sekalian ini masih ada yang belum mengetahui akan hal tersebut, maka dari itu tidak ada salahnya bagi anda untuk kembali melihat pembahasan yang sudah pernah kami berikan sebelumnya. Adapun untuk anda yang sekiranya merasa sudah mengetahui akan hal tersebut, maka anda masih dapat kembali melihat-lihat beberapa pembahasan lainnya lagi yang sudah pernah juga kami berikan. Siapa tahu saja salah satu diantaranya ada yang sesuai dengan anda.