Pengertian Saktah, Tashil, Isymam, Naql, Imalah, Badal dan Shilal

Pengertian Saktah – Al Qur’an adalah Kitab Suci Agama Islam yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam melalui Malaikat Jibril, dan Kitab Suci Al Qur’an ini merupakan Kitab Allah SWT yg terakhir sehingga tidak ada lagi Kitab Allah yg diturunkan di Muka Bumi ini, sama saja seperti tidak ada lagi Nabi setelah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Kembali lagi kepada Kitab Suci Al Qur’an, bahwa perlu ditekankan kepada Para Pembaca Muslim bahwa didalam membaca Kitab Suci Al Qur’an itu terdapat Kaidahnya atau tata cara membacanya yang baik dan benar.

Kaidah Membaca Al Qur’an yg benar dg melihat Bacaan Tajwidnya seperti Bacaan Idgham Bilaghunnah, Bacaan Ikhfa Syafawi, Bacaan Idzhar Syafawi, Bacaan Ghunnah, Bacaan Mad Wajib Muttashil dan Bacaan Tajwid Al Qur’an lainnya. Selain itu didalam Kaidah Membaca Al Qur’an terdapat perubahan didalam membacanya, khususnya digunakan pada Bacaan Al Qur’an yg susah untuk dipahami atau untuk bacaan – bacaan yg asing, dan dalam hal ini dinamakan dengan Kaidah Gharib. Perlu kalian ketahui sebagai Pembaca Muslim bahwa didalam Pengertian Gharib ini menurut Bahasa mempunyai artian Samar (Tersembunyi).

Sedangkan Pengertian Gharib menurut Istilah adalah sesuatu yg perlu penjelasan khusus dikarenakan samarnya (tersembunyi-nya) pembahasan ataupun karena peliknya permasalahan baik dari segi huruf, lafadz, arti ataupun pemahaman yg ada didalam Al Qur’an. Lalu untuk bacaan – bacaan didalam Al Qur’an yg dianggap Gharib (Samar / Tersembunyi) dibagi menjadi 7 Macam Bacaan Gharib, dan 7 Macam Gharib ini antara lain : Gharib Saktah, Gharib Tashil, Gharib Isymam, Gharib Naql, Gharib Imalah, Gharib Badal dan Gharib Shilah.

pengertian saktah

1. Pengertian Gharib Saktah dan Contohnya

Pengertian Saktah adalah berhenti sejenak tanpa mengambil Nafas, sehingga suara-nya akan terdengar terputus akan tetapi tidak menarik Nafas, dan didalam Kitab Suci Al Qur’an biasanya Bacaan Gharib Saktah ini ditandai oleh (سكتة) dan kadang – kadang juga ditandai dengan (س) saja. Kemudian Contoh Bacaan Gharib Saktah didalam Al Qur’an terdapat 4 Bacaan yang antara lain :

– Surat Al Kahfi Ayat 1 dan Ayat 2 yakni : عِوَجَاۜ  قَيِّمً۬ا (Khiwajaa dan Qoyyima)

– Surat Yasin Ayat 52 yakni : مِن مَّرۡقَدِنَاۜ‌ۗ هَـٰذَا (Mimmarqodina – Hada)

– Surat Al Muthaffifin Ayat 14 yakni : كَلَّا‌ۖ بَلۡۜ رَانَ (Kallaa Bal Roona)

– Surat Al Qiyamah Ayat 27 yakni :  وَقِيلَ مَنۡۜ رَاقٍ۬ (Waqilaman Rooqin)

2. Pengertian Gharib Tashil dan Contohnya

Pengertian Tashil adalah cara membaca 2 Hamzah yg berjejer, yakni Hamzah Pertama dibaca biasa dan Hamzah Kedua dibaca disederhanakan. Adapun untuk Cara Membacanya ialah di tengah – tengah antara Huruf Hijaiyah Hamzah dan Huruf Hijaiyah Ha sehingga Lafadz yg keluar tidak seperti Huruf Hamzah dan tidak juga seperti Huruf Ha, akan tetapi Lafadz yang keluar ditengah – tengah Kedua Huruf tersebut (Samar – Samar). Untuk Contoh Bacaan Gharib Tashil didalam Al Qur’an ini hanya ada 1 saja yaitu didalam Surat Fushshilaat Ayat 44 yakni : ءَا۠عۡجَمِىٌّ۬ وَعَرَبِىٌّ۬‌ۗ (a a’jamiyyu wa’arobi)

3. Pengertian Gharib Isymam dan Contohnya

Pengertian Isymam adalah dibaca dengan men’insyaratkan bibir seolah – olah sedang mengeluarkan kata ” NU ” namun tanpa suara, saat mentasydidkan Nun sehingga saat membaca Nun yang telah ditasydidkan maka bibir harus mencucu. Adapun untuk Contoh Gharib Isymam didalam Al Qur’an ini hanya ada 1 saja yaitu didalam Surat Yusuf Ayat 11 yakni :  لَا تَأۡمَ۫نَّا (Latakmannuna)

4. Pengertian Gharib Naql dan Contohnya

Pengertian Naql adalah ketika membaca Huruf Hijaiyah Lam Sukun (AL) diganti dengan Harakat Huruf Hamzah sedudahnya ‘ i ‘ sehingga menjadi (ALI), lalu Huruf Hamzah Kasrah ‘ i ‘ dari kata ٱسۡم dibuang, untuk itu bunyinya menjadi (LISMU), lalu dihubungkan dengan بِئۡسَ maka menjadilah bacaan (Bi’sa Lismu). Adapun didalam Contoh Gharib Naql didalam Al Qur’an ini hanya terdapat 1 contoh saja yaitu didalam Surat Al Hujurat Ayat 11 yakni : بِئۡسَ ٱلِٱسۡمُ (Biksalismu).

5. Pengertian Gharib Imalah dan Contohnya

Pengertian Imalah secara Bahasa mempunyai artian Miring, dan Pengertian Bacaan Gharib imalah menurut Istilah adalah menyondongkan suara Fathah ke arah Kasroh dan suara Alif kearah Yaa. Maksudnya seperti ini, jika suara Fathah Contoh ke Arah Kasroh maka keluar bunyi yang mendekati Huruf ‘E’ dalam kata Sate. Adapun untuk Contoh Gharib Imalah didalam Al Qur’an ini hanya terdapat 1 contoh yaitu didalam Surat Hud Ayat 41 yakni : مَجۡر۪ٮٰهَا (Majreha)

6. Pengertian Gharib Badal dan Contohnya

Pengertian Badal menurut Bahasa ialah mengubah dan mengganti, sedangkan Pengertian Bacaan Gharib Badal menurut Istilah adalah mengganti Huruf Hijaiyah Satu dengan Huruf Hijaiyah lainnya. Diantaranya mengganti Huruf Hijaiyah ء dengan ي dan mengganti Huruf Hijaiyah ص dengan س. Adapun untuk Contoh Gharib Badal didalam Al Qur’an antara lain :

– Al Qur’an Surat Al Ahqaf Ayat 4, yakni : فِي السَّمٰوٰتِ ائْتُوْنِيْ (Fisamawatuni)

– Al Qur’an Surat Al Araf Ayat 69, yakni بَصْۜطَةً (Basthotun)

– Al Qur’an Surat Al Baqarah Ayat 245, yakni : وَيَبْصُۜطُ (Wayabsut)

7. Pengertian Gharib Shilal dan Contohnya

Pengertian Shilal menurut Para Ulama Qurra ialah apabila terdapat Ha dlamir yg tidak diawali dg Huruf Mati, maka HA dlamir itu harus dibaca panjang dan perlu ditambahkan Huruf Mad sesudahnya. Alasan tersebut untuk menguatkan Huruf Ha Dlamir tersebut, karena tak ada alasan yg mengharuskan membuang suatu Huruf sesudah Ha Dlamir saat huruf sebelumnya hidup (Berharakat). Adapun Contoh Gharib Shilal didalam Al Qur’an hanya ada 1 saja yaitu didalam Surat Al Furqan Ayat 69 yakni : وَيَخْلُدْ فِيْهٖ مُهَانًا

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian dan Macam – Macam Gharib didalam Kaidah Membaca Al Qur’an, semoga saja apa yang telah dituliskan disini bisa bermanfaat dan berguna bagi kalian Para Pembaca Online Muslim – Muslimah di Laman Website Materi Islam ini. Hal tersebut dikarenakan, sebagai Penulis sangat meyakini bahwa diluar sana pasti banyak sekali Masyarakat Muslim yang belum begitu memahami dan belum begitu mengerti akan Bacaan Gharib didalam Al Qur’an seperti Gharib Saktah, Gharib Tashil, Gharib Isymam, Gharib Naql, Gharib Imalah, Gharib Badal dan Gharib Shilah.

Incoming search terms:

  • arti naql menurut istilah
Pengertian Saktah, Tashil, Isymam, Naql, Imalah, Badal dan Shilal | materiislam | 4.5