6 Rukun Nikah Dalam Islam dan Penjelasan Lengkap

Pembahasan mengenai Syarat dan Rukun Nikah didalam Islam sangat perlu untuk dipahami bagi kalian pembaca Muslim yang belum Menikah dan tidak bisa dipungkiri bahwa Pernikahan merupakan sesuatu hal yang sangat penting untuk membina suatu Hubungan Rumah Tangga sebagaimana yang telah di Sunnahkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bagi seluruh Umatnya, karena dengan Menikah maka akan mendapatkan Ketenangan Jiwa dan dapat menyalurkan Nafsu Syahwatnya dengan cara yang Halal sehingga tidak melakukan Perbuatan Zina.

Untuk Hukum Menikah telah diwajibkan bagi setiap Muslim yang sudah mempunyai kemampuan untuk memberikan Nafkah dan terdapat rasa Takut bagi mereka jika tidak segera Menikah maka bisa terjerumus kedalam Perbuatan Zina. Dan Makruh jika seorang Muslim ingin Menikah, tetapi ia belum mempunyai kemampuan atau tidak mampu untuk memberikan Nafkah kepada Istrinya. Dan Haram hukumnya bagi seorang Muslim jika ingin Menikah hanya karena terdapat unsur niatan yang jahat saja, seperti menikah hanya karena ingin memiliki Harta Kekayaannya saja ataupun hanya ingin menyakiti Istrinya.

Firman Allah SWT di dalam Al Qur’an Surat An Nur Ayat 32 yang berbunyi : ” Dan Kawinkan lah orang2 yg sendirian diantara km, dan orang2 yg layak untuk dikawinkan dari hamba2 sahaya mu yg laki – laki dan hamba2 sahaya mu yg perempuan. Jika mereka Miskin maka Allah akan memampukan mereka dg Karunia nya. Dan Allah itu Maha Luas Pemberiannya lagi Maha Mengetahui (QS. An Nur Ayat : 32) ”. Lalu Hadits Shahih Riwayat Ibnu Majah berbunyi dari Aisyah Ra bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : ” Nikah itu Sunnah ku dan barang siapa yg tidak suka maka itu Bukan Golonganku (Hadits Riwayat Ibnu Majah) ”.

Oleh karena itu dengan melihat Firman Allah SWT dan Sabda Nabi Muhammad SAW diatas maka bisa disimpulkan bahwa Pernikahan Bagi Setiap Muslim dan Muslimah merupakan sesuatu yang sangat penting dan mempunyai banyak keutamaan dan manfaat didalamnya. Dan perlu diberitahukan disini bahwa Pernikahan Dalam Islam itu mempunyai Ketentuan dan Rukun Menikah yang mesti dipenuhi bagi setiap Muslim yang akan melangsungkan Pernikahan, oleh sebab itu ada baiknya bagi kalian untuk memahami Syarat dan Rukun – Rukun Pernikahan tersebut agar Pernikahan yang dilakukan oleh kalian bisa Sah.

6 Rukun Nikah Dalam Islam dan Penjelasannya Lengkap

rukun rukun nikah dalam islam

Pengertian Rukun Nikah adalah sesuatu atau syarat yang mesti ada dan dipenuhi bagi yang akan menjalankan Pernikahan Dalam Islam, oleh karena itu jika salah satu Rukun Dalam Pernikahan tidak dipenuhi maka akan mempengaruhi Sah atau tidaknya proses Pernikahan tersebut.

Kemudian Rukun – Rukun Nikah yang mesti ada dalam proses pernikahan islam antara lain Adanya Calon Suami, Adanya Calon Istri, Terdapat Wali Nikah, Terdapat Saksi Nikah, Adanya Proses Ijab Qabul dan Adanya Mahar (Mas Kawin). Untuk pembahasan dan penjelasan tentang Rukun – Rukun Nikah tersebut bisa kalian lihat dibawah ini :

1. Terdapat Mempelai Pria (Calon Suami)

Didalam Ajaran Islam suatu Pernikahan hanya mengakui Perwakinan yang dilakukan antara Laki – Laki Muslim dengan Perempuan Muslimah sehingga jika terdapat Pernikahan yang dilakukan oleh Laki – Laki dengan Laki – Laki maupun Pernikahan Perempuan dengan Perempuan (Sesama Jenis) maka sudah sangat jelas bahwa Pernikahan tersebut tidak lah sah dan haram untuk dilakukan. Adapun untuk Seorang Laki – Laki yang ingin melakukan Proses Pernikahan Dalam Islam harus memenuhi Syarat – Syarat Menikah Bagi Mempelai Pria (Calon Suami) yang antara lain :

Seorang Muslim (Beragama Islam)

Seseorang yang sudah Baligh (Dewasa)

Merdeka dan mempunyai Akal Sehat (Tidak Gila)

Tidak melakukan Pernikahan karena Terpaksa atau Dipaksa

Bukan Mahrom dari Calon Mempelai Istri

Tidak sedang melakukan Ibadah Umroh dan Haji

2. Terdapat Mempelai Wanita (Calon Istri)

Sekali lagi bahwa didalam Pernikahan Islam hanya membolehkan dan menghalalkan Pernikahan yang dilakukan antara Seorang Laki – Laki Muslim dan Wanita Muslimah sehingga Syarat dan Rukun Nikah selanjutnya yang harus ada didalam Proses Pernikahan Islam adalah terdapat atau adanya mempelai Wanita (Calon Istri) yang akan dinikahkan. Lalu sama seperti Calon Mempelai Laki – Laki bahwa disini juga terdapat Syarat – Syarat Calon Mempelai Wanita yang harus dipenuhi jika akan melakukan Proses Pernikahan Islam, yang antara lain :

Seorang Muslimah Yang Mukallaf (Tidak Musyrik)

Tidak Melakukan Pernikahan karena terpaksa atau dipaksa

Tidak dalam keadaan sudah mempunyai Suami

Tidak dalam keadaan dalam masa Iddah

Perempuan yang bukan Makram dari Calon Mempelai Suami

Tidak sedang melakukan Ibadah Umrah dan Haji

3. Terdapat Wali Nikah

Didalam Proses Pernikahan Islam adanya Wali Nikah merupakan salah satu Rukun Nikah yang sangatlah penting karena keberadaan Wali Nikah ini akan menjadi Syarat Mutlak Keabsahan sebuah Proses Pernikahan Islam. Seorang Wanita yang telah Menikah tanpa adanya Wali Nikah, maka Pernikahan tersebut menjadi Batal. Hal ini seperti dijelaskan didalam Hadits Shahih Riwayat Imam Ahmad bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : ” Tidak ada sebuah Pernikahan tanpa adanya Wali (HR. Imam Ahmad) ”.

Dan Hadits Shahih lainnya sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : ” Wanita mana saja yang tidak dinikahkan oleh Wali Nikah, maka Nikahnya Batal, Nikahnya Batal ”. Oleh karena itu sudah bisa disimpulkan bahwa didalam Pernikahan Islam harus ada Wali Nikah dan untuk Syarat – Syarat Wali Nikah yang mesti kalian ketahui antara lain :

Muslim yang sudah Baligh, Merdeka dan Sehal Akal (Tidak Gila)

Adil dan Tidak Terpaksa saat menjadi Wali Nikah

Tidak Sedang Melakukan Ibadah Umrah dan Haji

Wali Nikah itu Ayah atau Kakek dari Pihak Ayah dan seterusnya

Jika tidak ada maka Wali Nikah bisa Saudara Laki – Laki Seayah

Jika Tidak ada lagi maka bisa Saudara Laki – Laki Kandung Kakek

4. Adanya Dua Saksi Laki – Laki

Kemudian Rukun Dalam Pernikahan Islam yang harus ada adalah adanya 2 Saksi Nikah Laki – Laki karena jika suatu Pernikahan (Akad Nikah) yang dilakukan tanpa adanya Saksi maka proses Pernikahan tersebut tidak lah sah. Oleh karena itu jika didalam suatu Proses Pernikahan banyak orang – orang yang hadir dan menyaksikan Proses Akad Nikah tersebut, maka sangat dianjurkan untuk menunjuk Dua Orang Laki – Laki Muslim untuk dijadikan sebagai Saksi Nikah. Untuk Syarat – Syarat Saksi Nikah antara lain :

Seorang Muslim Laki – Laki

Dewasa (Baligh), Merdeka dan Sehat Akal (Tidak Gila)

Dapat Mendengar dan Melihat dengan Baik

Tidak Terpaksa dan Dipaksa sebagai Saksi Nikah

Memahami dan mengerti Bahasa yang digunakan saat Ijab Kabul

Tidak sedang melakukan Ibadah Umrah dan Ibadah Haji

5. Terdapat Proses Ijab Kabul

Untuk Rukun Perkawinan Dalam Islam selanjutnya adalah adanya Proses Ijab Kabul didalamnya dan didalam pengertian Ijab Kabul ini sendiri adalah Persyaratan Wali Nikah dalam menyerahkan mempelai Wanita (Calon Istri) kepada Mempelai Pria (Calon Suami), yang dilanjutkan dengan Pernyataan Mempelai Pria dalam menerima proses menyerahkan mempelai Wanita yang diwakili oleh Wali Nikah. Proses Ijab Kabul ini merupakan sebagai Bukti Kerelaan Kedua Belak Pihak didalam Suatu Proses Pernikahan dan Syarat – Syarat Ijab Kabul bisa kalian lihat dibawah ini :

syarat dan rukun dalam pernikahan islam lengkap

6. Adanya Mahar (Emas Kawin)

Sedangkan untuk Rukun dan Syarat Sah Menikah selanjutnya yang harus dilakukan adalah memberikan Mahar atau Emas Kawin yang dilakukan dan diberikan oleh Mempelai Laki – Laki kepada Mempelai Perempuan menurut kemampuan pihak Mempelai Laki – Laki secara ikhlas, baik diberikan Sebelum dan pada Saat Proses Akad Nikah berlangsung ataupun sesudah proses Akad Nikah selesai.

Lalu memberikan Mahar (Mas Kawin) dalam Proses Pernikahan tidak harus dalam bentuk Uang dan Harta Benda, melainkan bisa dalam bentuk yang lainnya seperti Mahar Seperangkat Alat Sholat, Mahar Pekerjaan yang dapat diupahkan, Mahar Membebaskan Budak dan dengan Masuk Islam pun sudah bisa menjadi Mahar (Emas Kawin). Hanya saja dijaman sekarang ini Mahar atau Mas Kawin dalam Pernikahan ini biasanya dalam bentuk Uang Tunai, atau Emas atau Seperangkat Alat Sholat.

Adapun untuk Masalah Mahar (Emas Kawin) didalam Proses Pernikahan Islam telah dijelaskan Hadits – Hadits Shahih seperti didalam Hadits Riwayat Ahmad yang berbunyi, dari Aisyah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda yang berbunyi : ” Sesungguhnya di antara tanda2 berkah Wanita Muslim adalah Mudah dilamar, Murah Maharnya dan Murah Rahimnya (Hadits Riwayat Ahmad) ”. Lalu didalam Mukhtashar Sunan Abu Daud bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : ” Sesungguhnya Pernikahan yg paling berkah itu adalah Pernikahan yg bermahar sedikit ”.

Demikianlah Syarat dan Rukun Nikah Dalam IslamĀ yang harus dipenuhi oleh tiap tiap Muslim dan Muslimah yang akan melakukan Proses Pernikahan. Semoga saja pembahasan kali ini bisa berguna dan bermanfaat bagi kalian para pembaca Muslim yang ada di Indonesia karena tidak bisa dipungkiri bahwa diluar sana tentunya masih ada Muslim dan Muslimah yang belum begitu memahami tentang Syarat Sah dan Rukun Dalam Nikah sehingga diharapkan dengan adanya ulasan ini maka bisa berguna bagi kalian semua.

loading...

loading...